Bondowoso, Nusantarapost.id — Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Bondowoso menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 sebagai langkah strategis memperkuat konsolidasi internal dan menatap kemenangan Pemilu 2029. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Palm, Senin (4/5/2026).
Muscab ke 10 PPP Bondowoso dihadiri oleh perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 23 kecamatan, 11 pengurus harian, serta unsur panitia dan kader lainnya.
Forum Muscab sendiri merupakan forum tertinggi partai di tingkat kabupaten untuk menentukan arah kebijakan, regenerasi kepemimpinan, dan strategi perjuangan partai ke depan.
Ketua DPC PPP Kabupaten Bondowoso menyampaikan bahwa partainya telah melalui dinamika panjang sejak Pemilu 2004. Tantangan ke depan, menurutnya, semakin kompleks, terutama dalam menghadapi era digitalisasi politik.
“Partai politik harus mampu meyakinkan masyarakat dengan aksi nyata, bukan sekadar romantisme sejarah. PPP adalah wadah aspirasi masyarakat kecil, dan itu harus terus dibuktikan,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya doa dan dukungan para kiai serta tokoh masyarakat, khususnya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), sebagai warisan perjuangan dan penguatan moral kader PPP di Bondowoso.
Saat ini, formatur kepengurusan PPP Bondowoso berjumlah lima orang yang terdiri dari unsur DPC, PAC, serta satu perwakilan yang ditetapkan oleh DPW PPP Jawa Timur. Pengurus berharap Muscab ini berjalan kondusif dan menjadi ajang islah (rekonsiliasi), sekaligus menjadi fondasi kuat untuk keberlanjutan kepemimpinan hingga tingkat DPP.
Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk menentukan arah kebijakan partai, memperkuat konsolidasi, serta menyiapkan regenerasi kepemimpinan yang berkualitas.
“Partai politik memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya dalam kontestasi politik, tetapi juga dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, menjaga stabilitas, dan menjadi jembatan aspirasi rakyat,” ujarnya.
Bupati Bondowoso juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik dalam mendorong pembangunan daerah, penguatan sumber daya manusia, serta menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan politik.
“Perbedaan politik adalah hal yang wajar, namun kepentingan bangsa dan kesejahteraan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Bupati Bondowoso mengucapkan selamat atas terselenggaranya Muscab ke 10 PPP Kabupaten Bondowoso dan berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan kepemimpinan terbaik serta membawa dampak positif bagi organisasi dan masyarakat luas.






