Bondowoso, Nusantarapost – Jalan Provinsi Jembatan Silolembu Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso yakni akses utama penghubung Bondowoso dan Besuki kini menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius nampak retakan pada badan jalan jembatan yang memicu kekhawatiran pengguna jalan dan kemungkinan berpotensi ambruk, hal ini mengingat kondisi yang serupa kejadian sebelumnya pada jembatan penghubung Bondowoso dan Jember.
Nampak kondisi Jembatan Silolembu telah mengalami retakan cukup serius pada bagian badan jalan retakan tersebut diduga kuat dipicu oleh pergerakan tanah dan getaran pada pondasi penyangga akibat intensitas debit air sungai yang tinggi akibat hujan beberapa hari ini.
Menimpali hal tersebut, Ansori Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, menyampaikan Ia telah berkoordinasi dengan pihak Bina Marga Provinsi masyarakat dihimbau lebih waspada saat melintas di jembatan silolembu.
“Sudah kami koordinasikan dengan Dinas Bina Marga Provinsi, dan untuk sementara waktu masyarakat diminta bersabar lebih waspada dan berhati-hati saat melintas di Jembatan Silolembu ini masuk ranah provinsi, jadi kami serahkan ke BM Provinsi untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya kepada media Nusantarapost. Sabtu (28/02).
Sementara Warga setempat mengaku khawatir jembatan tersebut akan mengalami nasib yang sama seperti Jembatan sentong Kembang jika tidak segera ditangani oleh pihak terkait.
“Retakannya sudah terlihat jelas. Kami takut sewaktu-waktu ambruk, apalagi jembatan ini sering dilalui kendaraan, termasuk truk dan Bis dan kendaraan yang lain,” ujar salah satu warga yang melintas setiap hari.
Diketahui Jembatan Silolembu merupakan jalur vital penghubung antar kabupaten yang memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi. Apa bila jembatan tersebut sampai ambruk maka akses transportasi antara wilayah akan lumpuh total, sehingga berdampak besar pada perekonomian Masyarakat Bondowoso.
Tentunya ini menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah preventif, mengingat peran jembatan penghubung sangat kursial juga sebagai urat nadi penghubung antar wilayah. (Ony)






