Bondowoso, Nusantarapost.id – Memasuki usia ke-66 tahun, Madrasah Miftahul Ulum 2 Jebung Kidul, Kabupaten Bondowoso, menegaskan kembali perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang terus bertumbuh, relevan, dan adaptif terhadap dinamika zaman. Peringatan Hari Lahir (Harla) ke-66 ini menjadi momentum refleksi sekaligus konsolidasi untuk memperkuat sinergi serta memperdalam kedewasaan dalam cara berpikir dan berwawasan.
Dalam sambutannya, Pengasuh Madrasah, K. Imam Haromain, menekankan bahwa usia yang telah matang bukan sekadar angka, melainkan cermin dari perjalanan panjang, pengalaman, dan tanggung jawab yang semakin besar. Menurutnya, madrasah yang telah melalui berbagai fase sejarah harus mampu menempatkan diri secara arif dalam menyikapi perubahan sosial, budaya, dan perkembangan ilmu pengetahuan.
“Usia 66 tahun adalah usia kematangan. Di fase ini, madrasah dituntut tidak hanya kuat secara tradisi, tetapi juga dewasa dalam berpikir, terbuka terhadap perbedaan, dan mampu membangun sinergi yang sehat dengan berbagai pihak,” ungkapnya. Minggu (07/06).
K.Imam Haromain menambahkan, tantangan pendidikan hari ini tidak lagi sederhana. Arus informasi yang cepat, perubahan pola pikir generasi muda, hingga tuntutan kualitas pendidikan menuntut madrasah untuk terus berbenah. Namun, pembaruan tersebut harus tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman, akhlak, dan keilmuan yang menjadi fondasi utama sejak madrasah ini berdiri.

Peringatan Harla ke-66 ini juga dimaknai sebagai ruang evaluasi bersama. Seluruh elemen madrasah mulai dari pengasuh, dewan guru, santri, alumni, hingga masyarakat sekitar diajak untuk memperkuat kebersamaan dan komunikasi. Sinergi yang baik dinilai menjadi kunci agar madrasah tidak berjalan sendiri, melainkan tumbuh bersama lingkungan dan zamannya.
Dalam konteks kekinian, Madrasah Miftahul Ulum 2 terus mendorong pola pikir yang moderat, kritis, dan solutif. Kedewasaan berpikir bukan hanya dimaknai sebagai kemampuan akademik, tetapi juga kecakapan dalam bersikap, mengambil keputusan, serta menyikapi perbedaan dengan bijaksana.
Harla ini tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keberlanjutan madrasah bergantung pada kesediaan untuk terus belajar, beradaptasi, dan memperbaiki diri. Tradisi lama yang baik dipertahankan, sementara inovasi baru yang relevan terus dikembangkan.
Dengan bekal pengalaman enam dekade lebih, Madrasah Miftahul Ulum 2 optimistis melangkah ke masa depan. Semangat kebersamaan, sinergi lintas generasi, dan kedewasaan dalam berpikir diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi masyarakat luas. (Ony)






