Bondowoso, Nusantarapost.id – Ditengah dinamika sosial dan politik Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., menginisiasi pertemuan lintas sektoral sebagai langkah strategis memperkuat kerja sama dan sinergi dengan forum koordinasi pimpinan pemerintah daerah. Senin (19/01).
Fokus utama pertemuan pada awal tahun ini sebagai langkah strategis memperkuat kerja sama dan sinergi dengan kolaborasi yang solid mewujudkan keamanan dan kondusifitas wilayah Kabupaten Bondowoso.
Kapolres Bondowoso menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini merupakan bagian integral dari komitmen Polres Bondowoso untuk terus menjadi mitra yang aktif bagi pemerintah daerah.
“Pentingnya membangun komunikasi yang tidak hanya bersifat formal di balik meja, tetapi juga komunikasi yang intensif, terbuka, dan berkesinambungan dengan seluruh jajaran unsur pimpinan daerah lainnya”, tuturnya.
AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo juga menegaskan senergitas yang solid memiliki peran vital untuk menghadapi tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks.
“Sinergitas yang solid di tingkat pimpinan memiliki peran yang sangat vital dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks, mulai dari permasalahan kriminalitas konvensional hingga fenomena sosial baru yang berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi di tengah masyarakat Bondowoso”, terangnya.
Lanjut AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo juga memberikan penekanan bahwa tanggung jawab dalam menciptakan rasa aman dan ketertiban bukanlah beban yang harus dipikul oleh institusi kepolisian semata.
“Hal ini merupakan kerja kolektif yang membutuhkan koordinasi yang sangat kuat antara Polri, TNI, jajaran pemerintah daerah, serta seluruh elemen pemangku kepentingan lainnya termasuk tokoh masyarakat dan agama, kami meyakini bahwa dengan adanya satu kesatuan langkah dan visi yang sama di antara para pembuat kebijakan di daerah, setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi secara dini,” imbuhnya.
Lebih lanjut Kapolres Bondowoso mengajak seluruh jajaran Forkopimda untuk senantiasa menjaga soliditas internal dan meningkatkan kewaspadaan kolektif terhadap berbagai potensi kerawanan yang mungkin muncul di lapangan.
“Kerawanan yang dimaksud mencakup spektrum yang cukup luas, mulai dari gangguan keamanan fisik, ancaman bencana alam yang memerlukan kesiapsiagaan tinggi dari seluruh instansi terkait, hingga permasalahan sosial ekonomi yang berpotensi mengganggu kondusifitas wilayah” tutupnya.
(Ony)






