Bondowoso, Nusantarapost.id – Suasana penuh semangat pengabdian dan kebersamaan mewarnai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di halaman Mapolres Bondowoso, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini menjadi penanda kesiapan seluruh unsur pengamanan dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri.
Apel gelar pasukan berlangsung khidmat dan tertib, dipimpin langsung oleh Bupati Bondowoso KH Abd Hamid Wahid, M.Ag. Dalam kesempatan tersebut, Bupati membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan nasional selama momentum Lebaran.
Kehadiran para pimpinan daerah dan unsur keamanan semakin mempertegas kuatnya kolaborasi yang terbangun. Turut hadir Kapolres Bondowoso AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., serta Komandan Batalyon Infanteri 514 Sabaddha Yudha Kostrad Letkol Inf Ugroseno. Kebersamaan TNI, Polri, dan pemerintah daerah ini menjadi simbol soliditas dalam menghadapi tantangan pengamanan selama masa mudik dan arus balik.
Tidak hanya dihadiri jajaran pimpinan, apel gelar pasukan ini juga diikuti oleh berbagai unsur pendukung pengamanan. Personel Polri, TNI, BPBD, Brimob, Satpol PP, Saka Bhayangkara, hingga Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bondowoso tampak siap siaga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kesiapan tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan kendaraan dinas operasional yang akan digunakan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung berada dalam kondisi optimal, sehingga mampu menunjang kelancaran tugas personel di lapangan. Mulai dari kendaraan patroli, ambulans, hingga perlengkapan pendukung lainnya diperiksa secara menyeluruh.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan oleh Bupati Bondowoso, ditegaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 mengusung tema Mudik Aman, Keluarga Bahagia.
“Tema ini mencerminkan harapan besar agar masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan rasa aman, serta merayakan Idulfitri bersama keluarga tanpa kekhawatiran akan gangguan keamanan maupun keselamatan”, ujar Hamid Wahid. Kamis (12/03).
Pelaksanaan operasi tahun ini mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan humanis. Aparat keamanan tidak hanya dituntut untuk melakukan pengawasan dan penegakan hukum, tetapi juga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Edukasi, imbauan, serta kehadiran personel di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan potensi gangguan kamtibmas.
Secara nasional, Operasi Ketupat Semeru 2026 melibatkan sekitar 161 ribu personel gabungan dari TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait. Ribuan personel tersebut akan disebar di titik-titik strategis, mulai dari jalur mudik utama, terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, hingga kawasan wisata yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung selama libur Lebaran.
Kapolres Bondowoso AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo menyampaikan bahwa keberhasilan pengamanan Lebaran tidak dapat dicapai oleh satu institusi saja. Menurutnya, sinergitas dan koordinasi yang solid antar instansi merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Dengan komunikasi yang baik dan pembagian tugas yang jelas, potensi permasalahan di lapangan dapat diantisipasi sejak dini, Operasi Ketupat Semeru 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Fokus pengamanan mencakup kelancaran arus mudik dan arus balik, pengamanan tempat ibadah selama pelaksanaan Salat Idulfitri, serta pengawasan pusat keramaian dan objek wisata yang menjadi tujuan masyarakat saat libur panjang”, tuturnya.
Dengan kesiapan personel, dukungan sarana prasarana yang memadai, serta sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur pendukung lainnya, pengamanan Lebaran di Bondowoso diharapkan dapat berjalan optimal.
Kehadiran negara melalui kerja sama lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa keselamatan dan kenyamanan masyarakat merupakan prioritas utama, sehingga setiap perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan setiap keluarga dapat merayakan Idulfitri dengan penuh ketenangan dan kebahagiaan.






