Bondowoso, Nusantarapost.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bondowoso menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan mengusung tema “Tiada Hari Tanpa Karya dan Golkar Solusi Rakyat”. Rakerda ini menjadi yang pertama digelar oleh DPD Partai Golkar tingkat kabupaten di Jawa Timur.
Ady Kriesna, S.H Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso menyampaikan bahwa seluruh Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar di Bondowoso telah tuntas dilaksanakan di 23 kecamatan sejak akhir 2025 hingga April 2026.
“Alhamdulillah, seluruh Muscam sudah selesai. Ini tidak lepas dari bimbingan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur serta dukungan intensif dari jajaran sekretariat,” tutur Ketua DPP partai Golkar dalam sambutan Rakerda. Sabtu (02/05).
Salah satu poin strategis Rakerda adalah mendorong full support program pemerintah pusat dan provinsi untuk Kabupaten Bondowoso, menyusul keterbatasan anggaran daerah.

Dalam kesempatan itu, Golkar menyoroti kontribusi nyata Ketua DPD Golkar Jawa Timur Ali Mukti, di antaranya pembangunan jembatan gantung senilai Rp5–10 miliar yang menghubungkan Kecamatan Tapen dan Taman Krocok, serta program penanggulangan bencana senilai sekitar Rp7,5 miliar.
Selain itu, terdapat usulan pembangunan infrastruktur jalan daerah dengan total nilai Rp700 miliar yang mencakup 12 koridor. Program beasiswa pendidikan juga menjadi perhatian, dengan alokasi 1.200 beasiswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA pada 2025, serta pengajuan tambahan untuk tahun berjalan.
Rakerda juga mengusung isu sentral Golkar Solusi Rakyat. DPD Golkar Bondowoso menegaskan komitmen agar fraksi dan struktur partai benar-benar hadir sebagai solusi atas persoalan masyarakat, bukan sebaliknya.
Menariknya, kepengurusan Partai Golkar Bondowoso kini didominasi generasi milenial. Sebanyak 99 persen Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) yang dilantik berasal dari generasi muda. Partai juga menetapkan komposisi minimal 30 persen keterwakilan perempuan serta mayoritas diisi generasi muda.
Dalam Rakerda, Golkar Bondowoso juga mendiskusikan penataan daerah pemilihan (dapil) agar lebih dekat dengan konstituen. Salah satu wacana yang mengemuka adalah mendorong satu kecamatan menjadi satu dapil, menyerupai sistem distrik, yang nantinya akan diusulkan ke KPU Bondowoso.
Selain itu, Golkar menyiapkan agenda jangka panjang dengan menyiapkan pemimpin muda Bondowoso 2029, baik di ranah eksekutif maupun legislatif. DPD Golkar Bondowoso juga mengusulkan agar DPP Partai Golkar memberikan izin penyelenggaraan konvensi calon bupati dan wakil bupati untuk menjaring aspirasi publik.
Sebagai penutup, Rakerda mengusulkan Ali Mukti untuk dicalonkan sebagai gubernur atau wakil gubernur Jawa Timur. Golkar Bondowoso menegaskan keyakinannya bahwa kemenangan politik akan lahir dari kerja nyata dan pengabdian tulus kepada masyarakat.
“Golkar menang bukan karena kepentingan, tapi karena cinta dan karya. Jika kita memberi yang terbaik untuk masyarakat, maka kepercayaan akan datang dengan sendirinya,” tutup Ketua DPD partai Golkar.
Rakerda ini sekaligus menegaskan penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa sebagai mesin utama partai dalam menjawab tantangan dan problematika masyarakat Bondowoso. (Ony)






