Bondowoso, Nusantarapost.id – Aksi panic buying atau anteri Bahan Bakar Minyak (BBM) melanda di beberapa daerah khususnya kabupaten Jember yang berdampak ke Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menurut Informasi yang dihimpun lantaran ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang memicu kekhawatiran penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi BBM dunia.
Warga Bondowoso Mereka khawatir akan terjadi kelangkaan BBM seperti beberapa bulan lalu, ketika perang Iran memicu gangguan pada jalur distribusi global.
“Saya sampai balik dua kali kemarin SPBU tamansari kosong sampai malam kalau Pertamax banyak,” kata Marcuet, salah satu warga Bondowoso yang mengantri di SPBU. Jumaat (06/03).
Fenomena panic buying ini tidak hanya terjadi di Bondowoso, tetapi juga di Jember, di mana antrian panjang terlihat di beberapa SPBU. Warga khawatir bahwa perang Iran akan berdampak pada ketersediaan BBM di dalam negeri, meskipun pemerintah telah menjamin bahwa stok BBM nasional masih aman.
Pemerintah telah menghimbau masyarakat untuk tidak panic buying dan memastikan bahwa stok BBM nasional masih terkendali. Namun, kekhawatiran warga tidak dapat dihindari, mengingat pengalaman kelangkaan BBM beberapa bulan lalu masih segar dalam ingatan mereka.
Sementara itu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, telah menjelaskan bahwa stok BBM Indonesia hanya cukup untuk 25 hari karena keterbatasan kapasitas penyimpanan. Pemerintah berencana menambah kapasitas penyimpanan BBM nasional untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia. (Ony)






