Bondowoso, Nusantarapost.id – Kebakaran hebat menghanguskan lima unit rumah warga di RT 13 RW 04, Dusun Sumber Tengah, Desa Sumber Anom, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jumat (31/7/2026) siang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu diduga dipicu korsleting pada sebuah rice cooker yang sedang digunakan untuk menanak nasi.
Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi, lima rumah yang terbakar masing-masing milik Halik, Jumali, Sukriya, Isa, dan Tohir. Seluruh bangunan beserta isi rumah mereka tidak berhasil diselamatkan.
Informasi awal menyebutkan, istri Sukriya sedang menanak nasi menggunakan rice cooker sebelum keluar rumah untuk duduk di depan teras. Tak lama kemudian, muncul kepulan asap dari dalam rumah yang disusul kobaran api. Dalam hitungan menit, api membesar dan menjalar ke rumah-rumah di sebelahnya.
Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso akhirnya diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api sekaligus melakukan proses pendinginan setelah kobaran berhasil dikendalikan.
Camat Tamanan, Abdul Mufid, S.Pd., memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun menurutnya kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp395 juta, Kerugian tersebut meliputi lima unit rumah semi permanen yang ditaksir senilai Rp300 juta, satu ekor sapi betina milik Tohir senilai sekitar Rp20 juta, uang tunai Rp50 juta milik Halik, serta uang tunai Rp25 juta milik Jumali yang ikut hangus terbakar,” terangnya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik dari rice cooker yang digunakan saat menanak nasi. Aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan elektronik di rumah, terutama ketika ditinggalkan dalam keadaan masih menyala. Kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran serupa terulang. (Ony)






