Bondowoso, Nusantarapost.id — Pondok Pesantren Al Ishlah Bondowoso kembali mendapat kepercayaan sebagai pusat penyembelihan dan distribusi hewan kurban pada momentum Iduladha 1447 Hijriah. Tahun ini, jumlah hewan kurban yang dikelola hampir menyentuh 1.000 ekor, menjadikannya salah satu titik distribusi kurban terbesar di Jawa Timur.
Pengasuh Ponpes Al Ishlah, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah, KH Thoha Yusuf Zakariya, Lc, mengatakan sebagian besar amanah kurban berasal dari masyarakat Singapura, yang secara konsisten mempercayakan penyaluran hewan kurbannya melalui pesantren tersebut.
“Alhamdulillah, tahun ini kami kembali dipercaya mengelola hewan kurban dari saudara-saudara kita di Singapura maupun dari dalam negeri,” jelasnya kepada SMSI Bondowoso, Rabu (27/5/2026).
Ia merinci, masyarakat Singapura menitipkan sebanyak 807 ekor kambing dan 87 ekor sapi. Sementara dari dalam negeri terdapat tambahan 38 ekor kambing serta sembilan ekor sapi.
Pengasuh ponpes Al ishlah juga mengungkapkan donatur yang tidak hanya dari masyarakat dalam Negeri dan luar Negeri, sejumlah tokoh nasional dan pimpinan lembaga juga menyalurkan hewan kurban melalui Ponpes Al Ishlah Bondowoso. Di antaranya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Zulkifli Hasan, serta jajaran pimpinan PT Agrinas Palma Nusantara, termasuk Direktur Operasional Tuhu Bangun dan Direktur Utama Agus Sutom.
KH Toha menyebut total keseluruhan hewan kurban pada Iduladha tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 980 ekor. Angka tersebut masih bersifat dinamis karena proses pendataan belum sepenuhnya selesai. Besarnya jumlah hewan kurban berbanding lurus dengan skala distribusi yang disiapkan panitia.

Ribuan paket daging kurban akan disalurkan kepada santri, wali santri, jamaah pesantren, serta masyarakat sekitar. Panitia memperkirakan jumlah penerima manfaat mencapai 15 ribu hingga 20 ribu kupon yang tersebar di berbagai wilayah.
Untuk memastikan proses pembagian berjalan tertib dan nyaman, panitia menerapkan sistem distribusi yang lebih humanis. Empat jalur antrean disiapkan guna mengurai kepadatan penerima, termasuk pengaturan khusus bagi kelompok rentan agar distribusi berlangsung lebih aman dan efisien.
Momentum Iduladha di Ponpes Al Ishlah Bondowoso tak sekadar menjadi agenda ibadah tahunan, tetapi juga simbol kuatnya solidaritas sosial lintas daerah dan lintas negara dalam pemerataan manfaat kurban bagi masyarakat luas. (Ony)






