Bondowoso, Nusantarapost.id — Warga Kabupaten Bondowoso sempat dihebohkan oleh beredarnya foto penampakan pocong yang diklaim muncul di teras rumah warga Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal.
Menepis pernyataan viralnya teror pocong di Bondowoso, aparat kepolisian memastikan kabar tersebut tidak benar dan merupakan hoaks hasil editan foto.
Berdasarkan hasil penyelidikan jajaran Polsek Binakal, foto pocong yang viral di berbagai grup WhatsApp dan Facebook tersebut diketahui merupakan hasil rekayasa digital. Foto itu disimpan di ponsel milik Muhammad Sayuti, warga Desa Sumber Tengah RT 04.
Menurut keterangan Aipda Ghozali Babinkamtibmas Desa Sumber Tengah, Sayuti mengaku foto tersebut dibuat semata-mata untuk belajar mengedit gambar dan tidak pernah berniat menyebarkannya ke publik. Namun tanpa sepengetahuan Sayuti, foto tersebut kemudian dikirim oleh sang istri, Siti Kholifah, kepada kakaknya dan dijadikan status WhatsApp.
“Pada siang hari, yang bersangkutan baru mengetahui bahwa foto tersebut sudah tersebar luas di grup-grup Facebook dan menimbulkan keresahan masyarakat,” kata Aipda Ghozali, Bhabinkamtibmas Desa Sumber Tengah, saat dikonfirmasi. Selasa (26/05).
Pihak kepolisian pun langsung melakukan klarifikasi dan pemeriksaan terhadap pihak terkait. Dari hasil penyidikan, dipastikan bahwa isu adanya teror pocong di depan teras rumah warga sama sekali tidak terjadi.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pihak yang terlibat telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan membuat surat pernyataan yang menyatakan tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.
Polsek Binakal melalui jajaran Bhabinkamtibmas juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, khususnya terkait isu-isu mistis yang berpotensi menimbulkan kepanikan.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu melakukan klarifikasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tegas Aipda Ghozali.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan kehati-hatian dalam menggunakan media sosial, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (Ony)






