Musrenbang RKPD 2027: Bondowoso Pacu Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Bondowoso, Nusantarapost.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 sebagai wadah strategis untuk menyinergikan perencanaan pembangunan daerah secara partisipatif, transparan, dan akuntabel. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Bondowoso.

Bupati Bondowoso Dr. H. Abd. Hamid Wahid, M.Ag. menegaskan bahwa Musrenbang ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2024 serta Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, sekaligus menjadi ruang kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan daerah.

Dalam paparannya, Bupati menyampaikan bahwa kinerja pembangunan Kabupaten Bondowoso menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,32 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Capaian ini menunjukkan arah pembangunan kita sudah tepat. Namun, kita harus bergerak lebih cepat agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat,” ujar Bupati. Senin (30/03).

Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat berbagai tantangan strategis yang perlu mendapat perhatian bersama, di antaranya kerawanan bencana, alih fungsi lahan, pencemaran lingkungan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, persoalan kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, infrastruktur yang belum memadai, hingga pergeseran nilai-nilai sosial masyarakat.

RKPD Tahun 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kabupaten Bondowoso 2025–2029 dengan visi “Mewujudkan Bondowoso Tangguh, Unggul, Berdaya Saing, dan Berbudaya dalam Bingkai Keimanan dan Ketakwaan.”

Adapun tema pembangunan Kabupaten Bondowoso Tahun 2027 adalah “Penguatan Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Pangan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan.” Tema ini selaras dengan tema pembangunan nasional 2027, yakni akselerasi pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui peningkatan produktivitas, investasi, dan industri, serta sejalan dengan tema pembangunan Provinsi Jawa Timur.

Untuk mewujudkan tema tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menetapkan enam agenda utama pembangunan daerah, meliputi pemerataan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal, penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan gender dan kebudayaan, pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan, serta peningkatan ketahanan terhadap bencana.

READ  KKMP Badean Gelar RAT, Tekankan Tata Kelola Transparan demi Kesejahteraan Warga

Berbagai program unggulan pun disiapkan, mulai dari penguatan ekonomi inklusif melalui pemberdayaan UMKM dan pedagang kecil, penciptaan 1.000 kelompok usaha baru, digitalisasi pasar, penguatan sektor pertanian, reformasi birokrasi dan pelayanan publik berbasis digital, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Menutup sambutannya, Bupati Abd. Hamid Wahid menekankan pentingnya perencanaan berbasis data dan kinerja, penguatan sinkronisasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, serta efisiensi belanja agar program benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan masukan konstruktif dan mengawal konsistensi perencanaan ini. Kami juga memohon dukungan dan arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar pembangunan Bondowoso berjalan terpadu, sinergis, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Ony)

banner 400x130

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *