Bondowoso, Nusantarapost.id – Beredarnya sebuah potongan video viral di media sosial yang menggambarkan sebuah kericuhan di Mapolsek Ijen dalam video tersebut warga menurunkan bendera sembari menarik paksa Kapolsek ijen Iptu Suherdi keluar ruangan.
Mirisnya, ada seorang warga yang mengangkat senjata tajam (Sajam) jenis celurit mendatangi kericuhan bahkan mengancam Kapolsek kuat dugaan warga menginginkan salah seorang warga dilepaskan.
Diduga kuat berawal dari tindak lanjut sebuah pengrusakan yang terjadi pada Rabu (5/11/2025) lalu. Di mana ribuan batang kopi yang baru berusia setahun rebah di tanah, seperti gugur sebelum berbuah, kebun kopi milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 di Afdeling Kalisengon, Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen kurang lebih 18.000 batang kopi ditebang oleh orang tak dikenal di atas lahan seluas 9 hektare.
Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono melalui Kasi Humas Iptu Bobby Dwi Siswanto mengatakan jika sebenarnya Kapolsek Ijen tidak disandera melainkan untuk berdiolag .
“Kapolsek Sempol (Ijen) bukan disandera, tapi dijemput warga Desa Kaligedang di Mapolsek untuk diajak berdialog dengan warga di Desa Kaligedang. Kondisi Kapolsek dalam keadaan baik-baik saja,” ungkapnya, Senin (17/11/2025) malam.
Kondisi terkini warga mulai kondusif dan Kapolsek Ijen Iptu Suherdi dalam keadaan baik-baik saja, sedangkan kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. (Ony)



