Bondowoso, Nusantarapost.id — Layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa dihentikan sementara akibat belum cairnya dana operasional dari pemerintah pusat. Kondisi ini membuat distribusi makanan bergizi gartis (MBG) di kabupaten Bondowoso ke sekolah-sekolah dan penerima manfaat ikut terhenti. Senin (08/06).
Penghentian operasional tersebut dipicu oleh kendala pencairan dana melalui sistem Virtual Account (VA) yang hingga kini belum dapat dilakukan top up. Dana tersebut bersumber dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan menjadi penopang utama seluruh aktivitas dapur SPPG.
Dalam surat pemberitahuan yang beredar, disebutkan bahwa selama masa pemerintahan sementara, seluruh pelayanan SPPG tidak dapat beroperasi sambil menunggu ketersediaan dana. Operasional baru akan kembali dijalankan setelah dana resmi diterima.
Akibat penghentian sementara ini, sejumlah dapur SPPG di Bondowoso memilih meliburkan para karyawannya. Dampaknya, program pemenuhan gizi bagi siswa di sejumlah sekolah harus terhenti tanpa kepastian waktu.
Salah satu mitra SPPG, Idris, menyampaikan harapannya agar persoalan ini segera mendapat solusi. Ia menilai program pemenuhan gizi merupakan prioritas nasional yang seharusnya tidak terkendala masalah teknis pencairan anggaran.
“Seluruh kesiapan sudah ada, mulai dari tenaga hingga bahan. Tinggal menunggu dana agar dapur bisa kembali berjalan,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Sujono, mitra SPPG Pekalangan. Ia berharap permasalahan VA dan top up dapat segera dibenahi agar dapur-dapur SPPG bisa kembali beroperasi dan melayani para penerima manfaat.
“Kami berharap permasalahan VA dan top up dapat segera dibenahi agar dapur-dapur SPPG bisa kembali beroperasi dan melayani para penerima manfaat”, terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, Satgas SPPG Kabupaten Bondowoso belum memberikan keterangan resmi terkait kendala pencairan dana maupun kepastian waktu dimulainya kembali operasional SPPG. (Ony)






