Bondowoso, Nusantarapost.id – Sebanyak 50 relawan dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) mengikuti pemeriksaan kesehatan (medical check-up) yang digelar sebagai langkah preventif untuk memastikan keamanan pangan dan kesehatan para pengolah makanan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (25/5) dan berlangsung di Dapur SPPG Pujer Mengok, Kabupaten Bondowoso.
Pemeriksaan kesehatan tersebut diikuti oleh relawan SPPG Pujer Mengok yang berada di bawah naungan Yayasan Dapur Mitra Mandiri. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan SPPG dalam menjamin para relawan berada dalam kondisi kesehatan prima, sehingga produktivitas dapur pangan tetap terjaga dan aman bagi masyarakat penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, SPPG bekerja sama dengan Puskesmas Pujer untuk melakukan serangkaian tes kesehatan menyeluruh. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah (tensi), tes gula darah, pemeriksaan urin, rontgen dada, hingga tes laboratorium seperti HBsAg (Hepatitis B) dan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk mendeteksi Tuberkulosis (TBC).

Pemeriksaan ini difokuskan pada deteksi dini penyakit yang berpotensi menular melalui makanan (foodborne diseases), sehingga dapat meminimalkan risiko penularan kepada masyarakat luas. Langkah ini dinilai krusial mengingat relawan SPPG berperan langsung dalam pengolahan dan distribusi pangan bergizi.
Kepala SPPG Pujer Mengok, Ahmad Fajar Hidayat, menegaskan bahwa kesehatan relawan merupakan faktor utama dalam menjaga kualitas dan keamanan gizi yang disalurkan.
“Pengolah makanan harus dipastikan sehat. Deteksi dini sangat penting agar dapur umum tetap steril dari risiko penularan penyakit berbahaya dan masyarakat merasa aman mengonsumsi makanan yang kami distribusikan,” tuturnya.
Melalui pemeriksaan kesehatan ini, SPPG Pujer Mengok Yayasan Mitra Mandiri berharap dapat terus menjaga standar keamanan pangan sekaligus mendukung keberlangsungan layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat. (Ony)






