Bondowoso, Nusantarapost.id — Manajemen RSUD dr. Koesnadi Bondowoso angkat bicara menanggapi perhatian dan masukan publik terkait proses rekrutmen tenaga kesehatan non ASN Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang tengah berlangsung.
Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priatna, A. Sp.P, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan sesuai mekanisme, ketentuan, dan regulasi yang berlaku. Proses rekrutmen, kata dia, menjunjung tinggi prinsip profesionalisme, objektivitas, dan akuntabilitas.
“Kami mengapresiasi tingginya kepedulian masyarakat terhadap proses seleksi ini. Hal tersebut menjadi pengingat sekaligus dorongan bagi kami untuk terus menjaga integritas dan transparansi,” ungkap dr. Yus dalam keterangan resmi. Sabtu (09/05).
Terkait tidak dicantumkannya nilai tes tertulis pada pengumuman hasil seleksi kompetensi formasi perawat, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa seluruh peserta telah mengetahui nilai tes secara langsung saat ujian berbasis komputer berlangsung.
Selain itu, dr. Yus Priatna menjelaskan bahwa seluruh peserta formasi perawat dinyatakan lolos ke tahapan berikutnya, yakni tes keterampilan (skill test), sehingga pengumuman difokuskan pada kelanjutan proses seleksi. Adapun perbedaan mekanisme pengumuman dengan formasi lainnya disebut sebagai bagian dari teknis pelaksanaan seleksi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing formasi.
“Perbedaan teknis ini tidak mengurangi prinsip keterbukaan dan keadilan bagi seluruh peserta,” tegasnya.
Menjawab isu yang berkembang di masyarakat terkait dugaan praktik titipan maupun nepotisme, dr. Yus memastikan proses seleksi berlangsung secara independen dan bebas dari intervensi pihak mana pun. Seluruh peserta, menurutnya, memperoleh perlakuan yang sama berdasarkan kompetensi dan kemampuan masing-masing.
Sementara itu, terkait adanya nomor ujian peserta yang diberi tanda warna tertentu, manajemen RSUD menegaskan bahwa hal tersebut semata-mata untuk kebutuhan teknis administrasi panitia dan tidak berkaitan dengan perlakuan khusus kepada peserta tertentu.
RSUD dr. Koesnadi Bondowoso juga menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak, termasuk tenaga medis, DPRD, maupun peserta seleksi. Seluruh masukan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk menyempurnakan proses rekrutmen ke depan agar semakin transparan dan kredibel.
“Kami siap memberikan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait sesuai mekanisme yang berlaku,” imbuh dr. Yus.
Rekrutmen tenaga kesehatan non ASN BLUD ini merupakan bagian dari upaya RSUD dr. Koesnadi Bondowoso dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui pemenuhan tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan sesuai kebutuhan rumah sakit.






