Bondowoso, Nusantarapost.id – Ditengah hiruk pikuk kelangkaan LPG (Liquefied Petroleum Gas) skandal besar kembali mengguncang seorang karyawan Agen LPG 3kg tangsil tertangkap melakukan penjualan ilegal tabung gas 3kg. Penjualan ilegal tersebut diduga menjadi salah satu faktor penyebab kelangkaan tabung gas melon 3kg di Kabupaten Bondowoso. Minggu (08/03/2026).
Dari informasi yang didapat Pada hari Sabtu (07/03/2026), sebuah toko eceran tabung gas LPG 3kg yang tidak memiliki ijin resmi atau bukan sebuah pangkalan di Badean, kecamatan Kota, kedatangan seorang karyawan Agen LPG dengan membawa mobil warna merah dengan berisi tabung lpg tersusun rapi terparkir dalam sebuah toko menjual tabung gas 3kg dengan harga Rp 18.000, jauh di atas Harga Eceran Tinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pertamina.
Sementara salah warga badean yang tidak mau disebutkan namanya menyesalkan adanya peristiwa tersebut, dirinya juga mengaku membeli tabung gas 3kg dengan harga Rp 22.000.
“Itu bukan pangkalan kenapa ada mobil merah dari agen datang ke toko itu, itu sudah melanggar aturan saya ini warga di sini badean saya beli di toko itu 22.000, gimana tidak mau susah tabung LPG kalau sudah seperti itu, jelas itu sudah tidak boleh sudah melanggar, kita sudah kesulitan mencari tabung gas 3kg, tapi ada oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan pribadi,” kata seorang warga Badean dengan nada kecewa
Disisi lain Pemilik toko membeberkan bahwa karyawan Agen LPG tersebut menawarkan tabung gas 3kg dengan harga Rp 18.000, dan dirinya menjualnya kembali kepada konsumen dengan harga Rp 20.000.
“Saya tidak meminta, tapi agen sendiri yang datang kesini menjual kepada saya dengan harga Rp 18.000, kadang saya dikirim dari roda tiga juga,” terangnya.
Sementara itu, karyawan Agen LPG mengatakan dari agen Traktakan Kabupaten Bondowoso, yang terlibat dalam penjualan ilegal mengakui bahwa dirinya menjual tabung gas 3kg dengan harga Rp 18.000 kepada toko untuk menambah penghasilan pribadi.
“Saya jual seharga 18.000, iya tidak boleh kalau sesuai aturan, saya sendiri yang menjual kepada toko,” ucapnya melalui via telepon.
Peristiwa tersebut telah membuka tabir yang terjadi selama ini atas kelangkaan LPG serta terhitung sebagai sumber penyebab kelangkaan tabung gas 3kg yang terjadi di kabupaten Bondowoso. Publik dapat membuka mata akan akar masalah kelangkaan LPG di Bondowoso, menunjukkan bahwa ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.
Publik menunggu respon atas tindakan tegas dari Pihak PT Agen LPG Tangsil maupun PT Pertamina atas kejadian tersebut supaya kelangkaan LPG di Bondowoso dapat teratasi dan peristiwa serupa tidak terulang kembali. (Ony)






