Menteri ESDM Beberkan stok BBM Indonesia hanya Cukup 25 hari

Oplus_0

Jakarta, Nusantarapost.id – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa stok Cadangan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia hanya cukup untuk 25 hari karena keterbatasan kapasitas penyimpanan. Menurut Informasi yang dihimpun, Saat ini fasilitas penyimpanan BBM di Indonesia hanya mampu menampung sekitar 22-23 hari kebutuhan. 

Bahlil menekankan bahwa tidak mungkin meningkatkan stok BBM tanpa meningkatkan kapasitas penyimpanan, karena tidak ada tempat untuk menyimpannya. 

Bacaan Lainnya

Dikutip dari IDN Financials  pada tanggal 06/03/2026, Pemerintah menegaskan kondisi tersebut bukan karena kekurangan pasokan, melainkan keterbatasan kapasitas penyimpanan energi di dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan stok BBM nasional masih berada dalam batas aman yang ditetapkan pemerintah.

“Terkadang orang mengatakan kita harus menyimpan bahan bakar untuk 60 hari. Tetapi di mana kita akan menyimpannya? Kita sama sekali tidak memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup,” kata Bahlil, kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Menurutnya, standar cadangan nasional selama ini disesuaikan dengan kemampuan infrastruktur penyimpanan yang tersedia. Saat ini fasilitas penyimpanan BBM di Indonesia hanya mampu menampung sekitar 25 hari kebutuhan.

“Kapasitas penyimpanan kami selama bertahun-tahun terbatas maksimal sekitar 25 hari, sehingga standar cadangan nasional ditetapkan sekitar 20 hingga 23 hari. Saat ini kami berada di angka 23 hari, yang sudah melebihi batas minimum,” ujarnya.

Penjelasan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk penutupan Strait of Hormuz oleh Iran. Jalur pelayaran tersebut dilalui sekitar 20% pengiriman minyak mentah dunia melalui laut.

READ  Konsolidasi NU dan Forkopimda Bondowoso, Perkuat Peran Umat dan Pembangunan Daerah

Ketegangan meningkat setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Tehran. Islamic Revolutionary Guard Corps dilaporkan memperingatkan kapal tanker agar tidak melintas di selat tersebut.

Untuk memperkuat ketahanan energi, pemerintah berencana menambah kapasitas penyimpanan BBM nasional. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembangunan fasilitas penyimpanan strategis di pulau dekat Singapura.

banner 400x130

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *